Hukum Pemberian Daging Aqiqah kepada umat Non-Muslim kerap kita renungkan. Adanya tetangga atau kerabat yang mungkin berkeyakinan berbeda dengan diri kita membuat kita berpikir akan hal tersebut. Pada artikel ini terdapat beberapa rangkuman tentang pertanyaan tersebut. Aqiqah Aqiqah adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala mengenai bayi yang dilahirkan. Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadis. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus. Artinya akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir. Aqiqah merupakan bentuk dari pendekatan diri pada Allah dan bentuk ungkapan syukur atas anugerah yang sudah Allah berikan dengan kelahiran seorang anak. Aqiqah juga menjadi cara untuk menunjukkan perasaan gembira dalam melakukan syariat Islam serta menambah keturunan kaum mukmin sehingga umat Rasulullah saw bisa semakin di perbanyak sampai hari kiamat datang. Pada umumnya, aqiqah dilaksanakan oleh masyarakat yang berkeyakinan agama islam dan diberikan kepada sesama umatnya serta para tetangga. Namun, memang tidak jarang kita jumpai tetangga yang berkeyakinan bukan islam di negeri dengan 6 agama resmi yaitu Indonesia. Hal ini mendatangkan sebuah pertanyaan dalam diri kita, apa hukum pemberian daging aqiqah kepada umat non-muslim? Aqiqah untuk Non-Muslim Ada beberapa perbedaan dalam kalangan ulama pada topik ini. Hukum ini tidak hanya tentang daging aqiqah, namun juga untuk daging kurban. Bagi mazhab al-Syafi’i, hukumnya tidak boleh memberikan daging kurban nazar dan sunat kepada kaum non-muslim. Sedangkan, hukumnya boleh bagi mazhab Hanafi. Terdapat juga pernyataan lain yang disampaikan oleh konsultan Agung Cahyadi, MA yang menyatakan bahwa “Dalam aturan pembagian daging aqiqoh, insya Allah tidak ada ketentuan yang melarang untuk memberikannya kepada orang tertentu. Karenanya, daging itu boleh dibagikan sebagiannya kepada tetangga baik yang muslim dan non muslim. Serta sebagian yang lain boleh dimakan oleh orang yang melakukan ibadah aqiqoh dan juga oleh keluarganya.” Berdasarkan kepercayaan yang berlawanan di atas, menurut Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, sebaiknya persoalan kemanusiaan dengan apapun agamanya perlu dipertimbangkan dan diperhatikan. Misalnya, jika sekelompok khatib pergi ke desa yang lemah agama dan bercampur dengan mualaf dan juga yang belum masuk Islam, maka sudah semestinya daging kurban yang dibawakan sebagai oleh-oleh dibagikan kepada seluruh warga yang ada di sana agar mereka menjadi lembut hati untuk menerima Islam. Sebagai tambahan, memang sebaiknya kita juga mempertimbangkan hal ini dalam kancah sosial atau makhluk bermasyarakat. Bila kita melakukan sebuah aqiqoh atau kurban dan membagikannya kepada semua tetangga kita kecuali yang beragama non-muslim. Hal ini dapat memicu rasa terdiskriminasi bagi para tetangga yang beragama non-muslim. Permasalahan yang dapat ditimbulkan memanglah sangat kecil, namun tidak menutup kemungkinan masalah tersebut dapat diangkat menjadi masalah diskriminasi yang serius. Contohnya saja bila hal ini yang terjadi kepada kita, sudah semestinya kita merasa dikucilkan walaupun kita paham betul alasan mereka memperlakukan kita demikian. Dengan memberi daging aqiqoh secara merata kepada seluruh tetangga, kita dapat mencegah adanya masalah yang berdasarkan lingkungan hidup bermasyarakat. Selain itu, kita dapat mengeratkan hubungan antar warga. Pesan Penulis Sebagai penutup, penulis ingin memberikan sebuah saran. Bahwasanya kita semua tetap harus mempertimbangkan pedoman kita dalam hukum pemberian daging aqiqah kepada umat non-muslim ini. Apalagi banyak pernyataan ulama yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Sebaik-baiknya pilihan kita, adalah yang kita percayai jauh di lubuk hati nurani kita sendiri. Juga jangan lupa untuk memperhatikan lingkungan di sekitar kita, seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan dan yang terbaik untuk diri kita, keluarga serta yang lainnya. Yang terpenting dalam mengambil keputusan tersebut, adalah niat yang kuat milik kita untuk melaksanakan apa saja yang diperintah oleh Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Artikel ini hanya menampilkan beberapa pernyataan oleh ulama ternama dan memberikan beberapa contoh pertimbangan sosial tanpa adanya konklusi tetap. Mohon dengan bijak untuk membaca dan mempertimbangkannya kembali. Sumber: Blog ezQurban, Konsultasi Syariah Ikadi & LMI, Pejabat Mufti Wilayah Peresekutuan Malaysia Adkhilni Mudkhola Sidqi
Hukum Aqiqah dalam Agama Islam
Aqiqah atau akikah merupakan kegiatan sembelih yang dilakukan umat muslim setelah 7 hari kelahiran bayi mereka untuk menunjukkan rasa syukur. Dengan sekilas, aqiqah memiliki kemiripan dengan Idhul Adha. Namun, jumlah hewan sembelih juga berbeda yang didasari oleh jenis bayi yang baru lahir. Dengan bayi laki-laki membutuhkan setidaknya 2 ekor kambing dann bayi perempuan membuthkan 1 ekor kambing. Lantas, bagaimana kah hukum aqiqah dalam agama islam? Diriwayatkan Al-Hasan dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” (HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Ini adalah hadits yang paling kuat tentang disyariatkannya aqiqah. Syariat untuk melakukan aqiqah hanya dapat Anda temukan dalam hadist-hadist Rasulullah dan tidak dapat dijumpai di dalam Al-Qur’an. Meski tidak ada di dalam Al-Qur’an, Ustadz Aris Munandar memberikan penjelasan bahwa seorang muslim tidak membeda-bedakan aturan dalam Al Quran dan hadist. Berdasarkan tafsir dari sebagian besar ulama, aqiqah merupakan ibadah yang mempunyai ketentuan sunnah muakkad. Aqiqah adalah ibadah yang penting dan diutamakan bagi mereka yang mampu. Umat muslim yang mampu melakukan aqiqah sangat dianjurkan untuk menjalankan ibadah tersebut saat setelah 7 hari kelahiran bayi mereka. Sedangkan, bagi umat muslim yang tidak mampu boleh tidak melakukan ibadah aqiqah tanpa mendapatkan dosa. Berikut merupakan hukum tata cara melakukan kegiatan aqiqah dalam agama islam: Tidak Mematahkan Tulang Hewan yang Disembelih Pada saat menyembelih, ada hal yang harus diperhatikan yakni tidak mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang terkandung adalah tafa’ul atau berharap akan keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak tersebut. Hewan Sembelih yang Sempurna Aqiqah yang sah adalah jika sudah memenuhi syarat dari hewan qurban yakni tidak cacat dan juga sudah masuk ke usia yang sudah disyaratkan dalam Islam. Memotong Rambut Bayi Mencukur rambut dilakukan sesudah proses aqiqah selesai dilakukan seperti tahallul yang dilakukan pada saat kegiatan haji dilaksanakan sesudah qurban. Rambut yang sudah di potong akan dikumpulkan lalu ditimbang dan beratnya akan ditukar dengan emas atau pun perak yang akan diberi kepada orang yang membutuhkan atau shodaqoh. Rasulullah saw memberi perintah pada Sayyidah Fathimah untuk menimbang rambut Sayyidina Husein dan juga bershodaqoh emas dengan berat yang sama dengan berat rambut sekaligus memberikan hadiah khusus berupa paha atau kaki kambing ke bidan yang sudah menolong kelahiran. Melakukan Tahnik Para Sahabat mempunyai kebiasaan jika bayi yang baru saja lahir akan langsung dibawa ke hadapan Rasulullah SAW. Beliau kemudian akan memerintahkan untuk diambilkan kurma lalu mengunyahnya sampai halus dan mengambil sedikit dari mulut-Nya lalu memberikannya ke mulut bayi dengan cara menyentuh langit-langit mulut bayi sehingga akan langsung di hisap. Terdapat 2 hal yang terkandung dalam hal ini yakni karbohidrat atau glukosa yang merupakan sumber kekuatan dari fisik, dan ludah dari Rasulullah yang akan memberikan berkah. Sunnah ini diteruskan oleh umat muslim dengan cara mentahnikkan bayi pada para ulama. Baca Doa setelah melakukan kegiatan Aqiqah “Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu“ yang memiliki arti: “Mudah2an Allah melimpahkan berkah, dan Anda makin mensyukuri Dzat Pemberinya. Semoga si anak ini mencapai kedewasaannya dan engkau dikaruniai baktinya”. “Barakallahu laka wabaraka alaika “atau” ajzalallahu tsawabaka“ Artinya : “Semoga kalian juga diberkahi Allah. atau Semoga Allah memberimu balasan pahala yang besar”. Aqiqoh adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala mengenai bayi yang dilahirkan. Hukum aqiqoh menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadis. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus. Artinya akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir. Aqiqah merupakan bentuk dari pendekatan diri pada Allah dan bentuk ungkapan syukur atas anugerah yang sudah Allah berikan dengan kelahiran seorang anak. Aqiqah juga menjadi cara untuk menunjukkan perasaan gembira dalam melakukan syariat Islam serta menambah keturunan kaum mukmin sehingga umat Rasulullah saw bisa semakin di perbanyak sampai hari kiamat datang. Semoga bisa bermanfaat. Sumber: DalamIslam, Gramedia, Adkhilni Mudkhola Sidqi
Membangun Koneksi yang Kokoh dengan Anak
Membangun Koneksi yang Kokoh dengan Anak: Fondasi Kuat untuk Hubungan Keluarga yang Bahagia. Sebuah hubungan yang kokoh antara orang tua dan anak adalah salah satu aspek terpenting dalam dinamika keluarga yang sehat. Koneksi ini tidak hanya menciptakan ikatan emosional yang mendalam. Tetapi juga memberikan dasar yang stabil bagi perkembangan anak dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu membangun koneksi yang kokoh dengan anak Anda: Luangkan Waktu Berkualitas Meluangkan waktu untuk benar-benar terhubung dengan anak adalah kunci penting dalam membangun hubungan yang kuat dan sehat. Saat kita menyempatkan waktu di tengah kesibukan untuk bermain, berbicara, atau melakukan kegiatan yang disukai bersama-sama. Kita tidak hanya memperkuat ikatan emosional dengan mereka, tetapi juga memberi mereka perasaan penting dan dihargai. Bermain bersama anak tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan memperkuat komunikasi. Saat kita bermain bersama, kita bisa melihat dunia dari perspektif mereka, memahami minat dan kebutuhan mereka. Serta mengajarkan mereka nilai-nilai penting seperti kerja sama, kesabaran, dan toleransi. Tidak hanya itu, meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak juga sangat penting. Dengan berbicara secara terbuka dan mendengarkan dengan penuh perhatian, kita bisa membangun hubungan yang didasarkan pada saling pengertian dan dukungan. Ini juga memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaan, ide, dan impian mereka, yang kemudian bisa kita dukung dan dorong. Terlibat dalam kegiatan yang disukai oleh anak juga merupakan cara yang bagus untuk menunjukkan bahwa kita peduli dan memperhatikan apa yang mereka sukai. Ini bisa menjadi kesempatan untuk mendukung minat dan bakat mereka, serta membantu mereka tumbuh dan berkembang dalam bidang yang mereka gemari. Dengarkan dengan Empati Ketika anak Anda berbicara, luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan tanpa terganggu oleh pikiran atau perangkat lain. Berikan ekspresi wajah yang menunjukkan bahwa Anda memperhatikan dan peduli dengan apa yang mereka katakan. Selain itu, berikan tanggapan yang sesuai, baik itu dengan mengangguk, memberikan komentar, atau mengajukan pertanyaan yang menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang mereka sampaikan. Namun, pendengaran aktif tidak hanya tentang mendengarkan kata-kata mereka, tetapi juga mencoba memahami dunia mereka dari perspektif mereka sendiri. Ini berarti mencoba melihat situasi dari sudut pandang anak, dengan mengerti perasaan, kekhawatiran, atau keinginan yang mungkin mereka miliki. Berempati juga penting dalam berinteraksi dengan anak Anda. Cobalah untuk merasakan apa yang mereka rasakan dan menunjukkan empati terhadap pengalaman atau perasaan mereka. Ini membantu anak merasa didengar dan didukung secara emosional, yang pada gilirannya memperkuat hubungan Anda dengan mereka. Berikan Dukungan Tanpa Syarat Anak perlu merasa didukung dan diterima oleh orang tua mereka agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik secara emosional dan psikologis. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka, tidak peduli apa pun keadaannya atau kesalahan yang mereka buat. Memberikan dukungan tanpa syarat adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan memberi anak rasa aman untuk menjadi diri mereka yang sebenarnya. Ketika anak merasa bahwa orang tua mereka selalu mendukung dan menerima mereka, mereka menjadi lebih percaya diri dan memiliki keyakinan diri yang kuat. Mereka tahu bahwa mereka bisa menghadapi tantangan dan kesulitan hidup dengan Anda di samping mereka, siap membantu dan mendukung mereka dalam setiap langkah perjalanan mereka. Memberikan dukungan tanpa syarat juga berarti menerima anak Anda apa adanya, termasuk kekurangan dan kesalahan yang mereka buat. Ini bukan berarti mengabaikan ketidakpatuhan atau kesalahan, tetapi lebih tentang memberi pengertian dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan belajar dari pengalaman mereka. Pujian dan Dorongan Memberikan pujian dan dorongan kepada anak Anda secara konsisten adalah langkah penting dalam membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan percaya diri. Ketika Anda mengapresiasi mereka atas prestasi kecil dan memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan. Anda membangun rasa percaya diri dan motivasi yang kuat dalam diri mereka untuk terus berkembang. Ketika Anda memberikan pujian kepada anak, pastikan itu jujur dan spesifik. Beri tahu mereka secara langsung apa yang mereka lakukan dengan baik dan mengapa Anda bangga padanya. Ini membantu mereka merasa dihargai dan diperhatikan, serta memberikan dorongan positif untuk terus melakukan yang terbaik. Selain memberikan pujian, dukungan Anda dalam menghadapi tantangan juga sangat penting. Bantu mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, dan dorong mereka untuk tetap mencoba meskipun menghadapi rintangan. Tunjukkan bahwa Anda akan selalu ada di samping mereka, siap mendukung dan membantu mereka melewati setiap tantangan. Investasi dalam membangun koneksi yang kokoh dengan anak memang membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan komitmen yang konsisten. Namun, manfaat jangka panjangnya sangat berharga, karena Anda akan membangun hubungan yang mendalam dan bahagia antara Anda dan anak-anak Anda. Hormati Batas-batas Anak Hormati batas-batas pribadi dan emosional anak Anda adalah aspek penting dari menjadi orang tua yang bijaksana dan pengasuh yang penuh pengertian. Ini berarti tidak memaksakan keinginan atau harapan Anda pada mereka secara berlebihan, dan memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kepribadian dan minat mereka sendiri. Setiap anak memiliki kepribadian, minat, dan kebutuhan yang unik. Menghormati batas-batas pribadi dan emosional mereka berarti memahami dan menghargai individualitas mereka. Ini berarti mengakui bahwa mereka mungkin memiliki preferensi, perasaan, dan ketakutan yang berbeda dari Anda, dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjelajahi dan mengekspresikan identitas mereka sendiri. Jangan memaksakan keinginan atau harapan Anda pada anak-anak Anda secara berlebihan. Karena hal ini dapat merusak hubungan Anda dengan mereka dan menghambat pertumbuhan mereka. Sebaliknya, berikan dukungan dan dorongan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka, dan biarkan mereka mengeksplorasi berbagai pilihan dan jalur yang tersedia untuk mereka. Memberikan ruang bagi anak-anak Anda untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kepribadian dan minat mereka sendiri juga membantu mereka membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Ketika mereka merasa dihormati dan didukung untuk menjadi diri mereka yang sebenarnya. Mereka akan merasa lebih percaya diri dan lebih mampu menjelajahi dunia dengan keyakinan dan keberanian. Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara konsisten, Anda dapat membangun koneksi yang kuat dan bermakna dengan anak Anda. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang Anda ambil dalam memperkuat ikatan dengan mereka memiliki dampak besar dalam membentuk hubungan yang kokoh dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Untuk pemesanan Aqiqah praktis dan hemat bisa klik disini