fbpx

Aqiqah Nurul Hayat

logo aqiqah putih

Hukum Aqiqah dalam Agama Islam

Aqiqah atau akikah merupakan kegiatan sembelih yang dilakukan umat muslim setelah 7 hari kelahiran bayi mereka untuk menunjukkan rasa syukur. Dengan sekilas, aqiqah memiliki kemiripan dengan Idhul Adha. Namun, jumlah hewan sembelih juga berbeda yang didasari oleh jenis bayi yang baru lahir. Dengan bayi laki-laki membutuhkan setidaknya 2 ekor kambing dann bayi perempuan membuthkan 1 ekor kambing. Lantas, bagaimana kah hukum aqiqah dalam agama islam?

 

aqiqah surabaya

Diriwayatkan Al-Hasan dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” (HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Hukum Aqiqah dalam Agama IslamIni adalah hadits yang paling kuat tentang disyariatkannya aqiqah. Syariat untuk melakukan aqiqah hanya dapat Anda temukan dalam hadist-hadist Rasulullah dan tidak  dapat dijumpai di dalam Al-Qur’an. Meski tidak ada di dalam  Al-Qur’an, Ustadz Aris Munandar memberikan penjelasan bahwa seorang muslim tidak membeda-bedakan aturan dalam Al Quran dan hadist.

Berdasarkan tafsir dari sebagian besar ulama, aqiqah merupakan ibadah yang mempunyai ketentuan sunnah muakkad. Aqiqah adalah ibadah yang penting dan diutamakan bagi mereka yang mampu. Umat muslim yang mampu melakukan aqiqah sangat dianjurkan untuk menjalankan ibadah tersebut saat setelah 7 hari kelahiran bayi mereka. Sedangkan, bagi umat muslim yang tidak mampu boleh tidak melakukan ibadah aqiqah tanpa mendapatkan dosa.

 

Berikut merupakan hukum tata cara melakukan kegiatan aqiqah dalam agama islam:

 

Tidak Mematahkan Tulang Hewan yang Disembelih

Pada saat menyembelih, ada hal yang harus diperhatikan yakni tidak mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang terkandung adalah tafa’ul atau berharap akan keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak tersebut.

 

Hewan Sembelih yang Sempurna

Aqiqah yang sah adalah jika sudah memenuhi syarat dari hewan qurban yakni tidak cacat dan juga sudah masuk ke usia yang sudah disyaratkan dalam Islam.

 

Memotong Rambut Bayi

Mencukur rambut dilakukan sesudah proses aqiqah selesai dilakukan seperti tahallul yang dilakukan pada saat kegiatan haji dilaksanakan sesudah qurban. Rambut yang sudah di potong akan dikumpulkan lalu ditimbang dan beratnya akan ditukar dengan emas atau pun perak yang akan diberi kepada orang yang membutuhkan atau shodaqoh.

Rasulullah saw memberi perintah pada Sayyidah Fathimah untuk menimbang rambut Sayyidina Husein dan juga bershodaqoh emas dengan berat yang sama dengan berat rambut sekaligus memberikan hadiah khusus berupa paha atau kaki kambing ke bidan yang sudah menolong kelahiran.

 

Melakukan Tahnik

Para Sahabat mempunyai kebiasaan jika bayi yang baru saja lahir akan langsung dibawa ke hadapan Rasulullah SAW. Beliau kemudian akan memerintahkan untuk diambilkan kurma lalu mengunyahnya sampai halus dan mengambil sedikit dari mulut-Nya lalu memberikannya ke mulut bayi dengan cara menyentuh langit-langit mulut bayi sehingga akan langsung di hisap.

Terdapat 2 hal yang terkandung dalam hal ini yakni karbohidrat atau glukosa yang merupakan sumber kekuatan dari fisik, dan ludah dari Rasulullah  yang akan memberikan berkah. Sunnah ini  diteruskan oleh umat muslim dengan cara mentahnikkan bayi pada para ulama.

 

Baca Doa setelah melakukan kegiatan Aqiqah

 “Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu

yang memiliki arti: “Mudah2an Allah melimpahkan berkah, dan Anda makin mensyukuri Dzat Pemberinya. Semoga si anak ini mencapai kedewasaannya dan engkau dikaruniai baktinya”.

Barakallahu laka wabaraka alaika “atau” ajzalallahu tsawabaka

Artinya : “Semoga kalian juga diberkahi Allah. atau Semoga Allah memberimu balasan pahala yang besar”.

Aqiqoh adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala mengenai bayi yang dilahirkan. Hukum aqiqoh menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadis. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus. Artinya akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir.

Aqiqah merupakan bentuk dari pendekatan diri pada Allah dan bentuk ungkapan syukur atas anugerah yang sudah Allah berikan dengan kelahiran seorang anak. Aqiqah juga menjadi cara untuk menunjukkan perasaan gembira dalam melakukan syariat Islam serta menambah keturunan kaum mukmin sehingga umat Rasulullah saw bisa semakin di perbanyak sampai hari kiamat datang. Semoga bisa bermanfaat.

Sumber: DalamIslam, Gramedia,

Adkhilni Mudkhola Sidqi