Bunda pastinya tidak asing dengan kata Introvert, bukan? Istilah ini sering kali diartikan sebagai seseorang yang pendiam dan tertutup. Namun, tahukah Bunda bahwa sebenarnya anak yang introvert bukanlah sekadar pendiam? Ada banyak fakta menarik di balik kepribadian ini yang mungkin belum banyak diketahui.
Baca juga: Introvert Itu Bukan Pendiam, Ini Faktanya
Apa Itu Introvert?
Anak dengan kepribadian introvert biasanya lebih tertarik pada pikiran, perasaan, dan suasana hati yang berasal dari dalam diri, daripada mencari rangsangan dari lingkungan luar. Mereka terkadang terlihat sebagai anak penyendiri yang kurang bahagia, namun sebenarnya mereka punya cara tersendiri untuk bahagia.
Disini bunda harus mengerti dengan dunia yang mereka lihat. Anak introvert mempunyai dunianya sendiri, tempat mereka tertawa, tempat mereka curhat, dan tempat mereka meredam masalah. Hal yang. Namun sebelum bunda ikut berpetualang dengan si kecil ke dalam dunianya, alangkah baiknya bunda mengenal lebih dalam kepribadian anak introvert.
Tanda-tanda Introvert
Setiap manusia tentunya berbeda satu dengan yang lain. Walaupun kepribadian kita digolongkan menjadi introvert, kita tetap memiliki karakteristik yang unik. Namun ada beberapa pola yang dapat mengidentifikasi kita, bahwa kita introvert.
Pola ini juga berlaku untuk si kecil ya bund, walaupun terdapat perbedaan antara pola introvert orang dewasa dengan anak-anak. Disini akan diuraikan ciri-ciri umum mereka.
Penyendiri yang Membutuhkan Teman Se-Frekuensi
Pernahkah bunda melihat si kecil bermain, berbicara, dan berinteraksi dengan mainan atau boneka?. Hal ini memang tidak sepenuhnya dapat menandakan seorang anak memiliki kepribadian introvert. Hal ini juga bisa terjadi pada anak dengan tipe kepribadian extrovert, karena hal ini merupakan bagian di mana mereka menggunakan imajinasi untuk mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.
Namun ini juga bisa menjadi dasar kepribadian introvert, jika si kecil cenderung menjauhi interaksi sosial antara teman sebaya, dan lebih memilih aktivitas yang dilakukan sendiri. Hal ini bisa juga diartikan bahwa apa yang ia lakukan adalah menjadi sumber kenyamanannya.
Namun perilaku si kecil yang seperti ini, harus ditanggapi dengan bijak ya bund. Luangkan waktu dengan si kecil dan mulailah menjalin empati. Tanyakan mengapa memilih bermain sendiri, tidak bersama teman-temannya, atau apa yang ia rasakan ketika bermain sendirian. Ini penting untuk memahami perasaannya lebih dalam, sehingga Bunda bisa memberikan dukungan yang tepat. Jangan langsung menganggap bahwa si kecil kesepian atau tidak memiliki teman, karena anak introvert cenderung membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi.
Baca juga: Solusi Untuk Fenomena LGBT
Meskipun begitu, anak dengan kepribadian introvert tetap membutuhkan teman, namun biasanya mereka mencari teman yang “se-frekuensi” – teman yang bisa memahami mereka tanpa harus berada dalam suasana yang ramai atau terlalu aktif. Mereka lebih suka hubungan yang mendalam dengan segelintir teman daripada memiliki banyak teman secara luas. Jika Bunda menemukan bahwa si kecil memang nyaman dalam situasi ini, dukunglah dengan memberikannya kesempatan untuk bersosialisasi dengan cara yang ia sukai.
Sebaliknya, jika Bunda merasa si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakbahagiaan atau isolasi yang berlebihan, mulailah membangun kepercayaan dirinya dalam lingkungan sosial. Perlahan-lahan perkenalkan aktivitas kelompok yang ringan atau cari teman yang memiliki kesamaan minat dengannya, sehingga si kecil merasa lebih nyaman untuk bersosialisasi.
Terlihat Pendiam di Tengah Banyak Orang
Berbeda dengan orang dewasa yang memiliki kepribadian introvert, yang biasanya dapat mengontrol introvert-nya saat di keramaian, sehingga terlihat lebih luwes. Anak-anak lebih cenderung menarik diri atau menjadi pendiam saat di tengah banyak orang.
Kecenderungan mereka yang kurang sesuai di tengah banyak orang dan kemampuan adaptasi yang cukup lama dengan orang baru, bisa menjadi penyebab dari sifat pendiamnya. Mereka terkadang merasa tidak perlu menjalin relasi dengan orang baru, mereka merasa sudah memiliki teman yang cukup di dalam dunianya.
Pengamat yang Baik
Dengan diam, mereka memiliki waktu untuk memperhatikan lingkungan di sekitar mereka. ia akan mempelajari situasi dan karakter orang-orang di sekelilingnya. Inilah yang membuat ia menjadi sosok yang selalu waspada dan memikirkan segala sesuatu sebelum bertindak
Baca juga: Cara Mendidik Anak Gen Alpha
Penyebab Anak Introvert
-
Faktor Genetis
Faktor genetis memainkan peran penting dalam terbentuknya kepribadian introver atau ekstrovert. Penelitian yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information mengungkapkan bahwa gen penghasil dopamin yang diturunkan dari orang tua kepada anak dapat memengaruhi kecenderungan kepribadian seseorang. Dengan demikian, kepribadian introver sering kali sudah terbentuk sejak lahir dan dapat diturunkan dari generasi ke generasi.
Oleh karena itu, kepribadian introvert tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan atau pengalaman hidup, tetapi juga memiliki dasar biologis dan genetis. Fenomena ini menunjukkan bahwa introver bukanlah pilihan, melainkan bagian dari struktur biologis seseorang yang sudah ada sejak lahir.
-
Pola asuh otoriter
Pola asuh otoriter ditandai dengan kontrol ketat, aturan-aturan yang kaku, dan kurangnya kehangatan dalam interaksi orang tua dan anak. Kebebasan anak sangat dibatasi, dan orang tua cenderung mengekang keinginan anak. Hukuman fisik sering diberikan ketika aturan dilanggar, sedangkan kepatuhan dianggap kewajiban tanpa memberikan penghargaan. Dalam pola asuh ini, anak tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau berekspresi secara bebas, yang menekan perkembangan kreativitas dan rasa percaya diri.
Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter cenderung menjadi introvert karena terbiasa hidup dalam lingkungan yang menuntut ketaatan tanpa penjelasan atau alasan yang jelas. Hal ini membuat mereka suka menyendiri, ragu-ragu dalam bertindak, dan kurang inisiatif. Mereka juga cenderung memiliki keterampilan sosial yang rendah, pasif dalam pergaulan, dan merasa tidak percaya diri dalam menghadapi tantangan sosial, sehingga sering mencari perlindungan dan bantuan dari orang lain.
Meskipun pola asuh otoriter mungkin berhasil pada beberapa anak, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pola ini memiliki perkembangan psikososial yang kurang baik dan lebih rentan mengembangkan kepribadian introvert. Anak-anak tersebut cenderung menjadi lebih tertutup, pasif, dan tidak mampu mengemukakan ide-idenya dalam interaksi sosial, sebagaimana diuraikan dalam teori Baumrind dan penelitian lainnya.
Menerapkan Pola Asuh Yang Tepat
Anak introvert harus diperlakukan dengan cara yang tepat, agar mereka karakter mereka tidak mengarah pada hal yang negatif atau bahkan menjadi anti sosial. Dengan mengenali kelebihan seorang introvert, potensi yang dimiliki, dan mengembangkan pola pikir mereka agar dapat menjalani kehidupan dengan normal, walaupun menjadi seorang introvert.
Keistimewaan Kepribadian Introvert
Dilansir dari Halodoc.com ada 4 keistimewaan introvert:
- Dapat Menjadi Pemimpin yang Bijak
Penelitian dari Wharton School of the University of Pennsylvania menunjukkan bahwa pemimpin introvert sering kali mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan ekstrovert. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan mereka untuk membiarkan karyawan proaktif mengemukakan ide-ide mereka, alih-alih mendominasi diskusi seperti yang sering dilakukan oleh ekstrovert. Dalam proses ini, ide-ide kreatif dari tim dapat lebih mudah muncul dan berkembang. - Pendengar yang Baik
Dr. Laurie Helgoe, penulis Introvert Power: Why Your Inner Life Is Your Hidden Strength, menjelaskan bahwa introvert adalah pendengar yang lebih baik. Berbeda dengan ekstrovert yang cenderung langsung terjun ke dalam percakapan tanpa mencerna sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain, introvert memproses informasi secara internal. Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk memberikan respons yang dipertimbangkan dengan matang dan penuh pemahaman. - Kemampuan Observasi yang Tinggi
Selain keterampilan mendengar yang superior, introvert juga dikenal karena kemampuan observasi mereka yang tajam. Beth Buelow, penulis The Introvert Entrepreneur: Amplify Your Strengths and Create Success on Your Own Terms, mengungkapkan bahwa meskipun introvert mungkin tampak diam selama rapat, mereka sebenarnya sangat memperhatikan informasi yang disajikan dan berpikir secara kritis. Mereka juga lebih jeli dalam membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah, yang meningkatkan kemampuan komunikasi antarpribadi mereka. - Teman yang Berkualitas
Dalam hubungan sosial, introvert memilih untuk memperkuat koneksi dengan beberapa orang yang mereka kenal dengan baik, dibandingkan berteman dengan banyak orang. Mereka cenderung merasa kelelahan jika berada di sekitar banyak orang untuk waktu yang lama, sehingga mereka memilih teman dengan bijaksana. Kualitas ini menjadikan introvert sebagai teman yang setia, penuh perhatian, dan berkomitmen.
Baca juga: 5 Rekomendasi jasa Aqiqah Terbaik di Palembang
Memahami Potensi Anak
- Berikan Ruang untuk Berbicara
Anak introvert cenderung berpikir dalam-dalam sebelum berbicara. Berikan mereka waktu dan ruang untuk menyampaikan pendapat atau perasaan mereka tanpa tekanan. Hindari memaksa mereka berbicara di depan umum atau dalam situasi yang membuat mereka tidak nyaman. - Dengarkan dengan Aktif
Menjadi pendengar yang baik sangat penting. Tunjukkan bahwa bunda menghargai apa yang si kecil ungkapkan dengan memberikan perhatian penuh dan merespons dengan empati. Ini membantu anak introvert merasa dihargai dan didengar. - Berikan Dukungan dalam Lingkungan Sosial
Ajak anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial yang sesuai dengan kenyamanan mereka. Pilih kegiatan yang melibatkan kelompok kecil atau diskusi mendalam, di mana mereka dapat merasa lebih terhubung dan nyaman. Jangan biarkan anak terlarut dalam kesendirian, dunia mereka juga berhubungan dengan lingkungan sosial. Hal in juga membantu anak tidak terhindar dari sifat antisosial. - Hargai Keberhasilan Kecil
Kenali dan hargai pencapaian mereka, sekecil apapun itu. Anak introvert mungkin tidak selalu mencari pengakuan publik, tetapi mereka akan merasa termotivasi dan dihargai dengan pengakuan yang tulus. - Pahami Kreativitas Mereka
Anak introvert sering kali memiliki pemikiran yang mendalam dan kreatif. Dorong mereka untuk mengeksplorasi minat mereka melalui kegiatan yang memungkinkan mereka menggunakan imajinasi dan kreativitas mereka, seperti seni, menulis, menggambar dan lainnya. Penting untuk tidak menuntut hal/bidang yang mereka tidak minati. Setiap anak itu spesial!. - Berikan Kesempatan untuk Mencoba Sendiri
Anak introvert mungkin lebih suka bekerja secara mandiri. Berikan mereka kesempatan untuk mengerjakan tugas secara individual sebelum meminta mereka berkolaborasi dalam kelompok. - Fokus pada Kualitas Hubungan
Anak introvert biasanya lebih memilih hubungan yang mendalam daripada banyak hubungan superficial. Bantu mereka membangun dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang-orang yang benar-benar mereka percayai dan rasakan nyaman.
Anak Introvert Itu Spesial
Memahami anak introvert adalah langkah penting bagi Bunda dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Meskipun anak introvert mungkin tampak lebih pendiam atau suka menyendiri, mereka memiliki kekuatan dan potensi unik yang dapat berkembang dengan dukungan yang tepat. Dengan memberikan ruang bagi mereka untuk memproses perasaan secara internal dan memperkuat keterampilan sosial mereka dengan bijaksana, Bunda dapat membantu anak merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam berbagai situasi sosial.
Baca juga: 5 Rekomendasi Jasa Aqiqah Magetan Terbaik
Menghargai kepribadian introvert anak dan memberikan dorongan positif dalam kegiatan yang mereka nikmati akan membantu mereka merasa dihargai dan diperhatikan. Dengan memahami cara mereka berfungsi dan mendukung kebutuhan mereka akan waktu sendiri, Bunda tidak hanya membantu anak introvert untuk berkembang, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara Bunda dan si kecil. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki cara unik untuk berinteraksi dengan dunia, dan dengan penuh kasih sayang, Bunda dapat membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka.
Referensi:
webmd.com: Introvert Personality
hellosehat.com: 10 Ciri-Ciri Anak Introvert dan Tips Menghadapinya
Halodoc.com: Jangan Berprasangka pada Si Introvert, Ini 4 Keistimewaannya
Handayani, H., Rahman, T., & Sumardi, S. (2022). Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Introvert Usia 4-5 Tahun. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(4), 4752-4756.