Ikut Lomba Ada Manfaat Juga untuk Si Anak. “Banyak pelajaran dan hal positif yang bisa dipetik dari perlombaan. Ada banyak manfaat ikut lomba yang bisa didapatkan anak, seperti mengasah bakatnya, mengenali kemampuannya, melatih kepercayaan dirinya sampai belajar mengontrol emosinya.” Tidak ada salahnya untuk mengikutsertakan Si Kecil dalam sebuah perlombaan. Sebab ada banyak manfaat ikut lomba yang bisa anak dapatkan. Selain melihat keterampilan atau bakat yang mungkin dimiliki si anak, ibu juga dapat mengembangkan jiwa kompetitif yang positif pada diri anak. Selain itu, kegiatan ini nyatanya juga mampu mendukung tahap perkembangan emosi anak. Hal tersebut sangat penting, karena berdampak besar bagi perkembangan motivasi, jiwa kompetitif dan keterampilan sosial pada anak di usia 3-4 tahun ke atas. Manfaat Ikut Lomba bagi Anak Dengan mengikutsertakan anak dalam sebuah perlombaan, orangtua dapat mengajarkan banyak hal positif kepada Si Kecil, antara lain: Mengenalkan kepada anak tentang arti menang dan kalah, serta hal yang tepat untuk menghadapinya. Membantu anak belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya. Melatih anak untuk dapat mulai berpikir kritis, memecahkan masalah, dan belajar mengambil keputusan. Membangun semangatnya untuk mencapai tujuan perlombaan. Membangun dan melatih kepercayaan diri si anak. Melatih kemampuan anak dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungan baru. Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Anak Ikut Lomba Jika ayah atau ibu teratrik mendapatkan manfaat ikut lomba untuk anak. Sebelum mendaftarkan anak ikut dalam sebuah perlombaan, sebaiknya orang tua juga memperhatikan hal-hal berikut, agar anak dapat menyalurkan dan mengelola jiwa kompetitifnya dengan baik: 1. Kenali Karakter Anak Temperamen anak perlu kamu pertimbangkan sebelum mendorong ia untuk ikut lomba. Pikirkan apakah Si Kecil adalah anak yang percaya diri untuk tampil di depan umum, atau ia adalah anak yang pemalu dan akan nervous ketika mengikuti lomba. Jika anak adalah tipe pemalu, ibu dapat mengganti kata ‘lomba menyanyi’ dengan ‘pertunjukkan menyanyi’. 2. Pilih Lomba yang Sesuai Hal selanjutnya yang perlu orang tua lakukan adalah memilih lomba yang sesuai dengan minat, kemampuan dan usia Si Kecil. Dengan demikian, anak akan lebih percaya diri dan menikmati mengikuti lomba tersebut. 3. Beri Pemahaman dan Manfaat Ikut Lomba untuknya Jika anak belum pernah mengikuti lomba, orang tua bisa mengenalkan suasana lomba dengan mengajak anak menonton sebuah perlombaan yang ada di mall. Jelaskan kepada anak mengenai peraturan lomba, durasinya, dan perlengkapan yang ia butuhkan. Memberi pemahaman dasar mengenai lomba dapat mencegah anak merasa takut atau nervous, sebaliknya anak akan lebih bersemangat mengikuti lomba. 4. Mendukung Penuh Tanpa Menuntut Dukungan yang penuh dari orang tua akan sangat membantu anak untuk lebih percaya diri dan mengeluarkan kemampuan maksimalnya ketika mengikuti lomba. Orang tua dapat memberikan pujian dan semangat, karena ia sudah mau mencoba mengikuti lomba. Berikan pengertian bahwa lomba ini bertujuan untuk memberi pengalaman dan melihat kemampuan mereka sendiri. Sebaiknya orang tua tidak memberi tuntutan yang membebankan atau ikut campur saat anak sedang lomba. 5. Hindari Membandingkan dengan Anak Lain Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lain untuk memicu jiwa kompetitifnya. Akan tetapi, cobalah cara berikut yang lebih efektif, yaitu memotivasi anak dengan cara memberi penghargaan dan pengakuan atas upaya terbaiknya. 6. Bimbing Sikap Anak Ketika Menang atau Kalah Peran orangtua juga sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan sikap anak ketika menghadapi risiko perlombaan. Anak akan lebih bisa menerima dan merasa senang ketika ia memenangkan perlombaan. Tapi beberapa anak juga bisa menjadi sombong ketika ia berhasil unggul dari anak yang lain. Di situlah, orang tua dapat berperan memberi pemahaman agar anak tidak sombong dan tetap mau mengembangkan kemampuannya. Sebaliknya, anak akan cenderung menangis saat ia mengalami kekalahan. Jelaskan kepadanya bahwa perlombaan ini bukan bertujuan untuk menang, dan berikan hadiah hiburan untuk menghargai usaha anak. Nah itulah beberapa manfaat ikut lomba untuk anak yang perlu orangtua ketahui. Di dalam masa tumbuh kembang anak, orang tua seringkali menghadapi berbagai persoalan terkait dengan tingkah laku anak. Klik di sini untuk pemesanan Aqiqah Nurul Hayat : Source : halodoc
Tips Dampingi Si Kakak untuk Menerima Adek Baru
Tips Dampingi Si Kakak untuk Menerima Adek Baru. “Saat diketahui positif hamil, beberapa ibu bingung cara untuk menyampaikan dan mengajarkan pada anak untuk bisa menerima adiknya kelak. Dengan mengetahui hal ini, sang kakak bisa menghilangkan rasa cemburu nantinya.” Mempersiapkan anak untuk menerima adik tidaklah mudah. Seringkali, anak merasa cemburu dengan adik bayi yang baru lahir. Si Kecil merasa takut perhatian orangtua akan beralih pada adiknya. Sehingga, beberapa anak akan melampiaskan rasa cemburunya dengan merengek dan berusaha mencari perhatian lebih pada orang tuanya. Lalu, apa yang seharusnya orangtua lakukan? Beberapa Cara agar Sang Kakak Bisa Menerima Adik yang Baru Lahir Rasa cemburu adalah hal yang umum terjadi saat anak pertama secara tiba-tiba mendapatkan adik. Hal ini bisa menimbulkan masalah yang besar jika ibu tidak memberikan penjelasan pada anak. Ada banyak strategi dan permainan sederhana yang bisa membantu untuk menjelaskan jika bayi butuh perhatian dan perawatan khusus. Dengan begitu, Sang Kakak lebih siap saat Sang Adik lahir. Cara ini juga dapat membantu mencegah perasaan cemburu dan malahan lebih bersemangat saat bertemu anggota keluarga baru. Lalu, bagaimana sih cara yang bisa ibu terapkan? Intip tipsnya berikut! 1. Beritahu Segera Sejak bayi masih di dalam kandungan, beri tahu calon kakak tentang kehadiran adik barunya. Semakin cepat ia tahu, maka semakin siap untuk menyambut anggota keluarga baru. Apabila Si Kecil sudah siap menerima kehadiran adiknya, ia dapat membantu orangtua menjaga dan merawat adik barunya di kemudian hari. Maka dari itu, ibu dapat memberitahunya tentang kehadiran adik baru saat masih di dalam kandungan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Penanaman tentang suatu pemahaman umumnya tidak bisa dalam waktu yang singkat dan harus repetitif. Terus ulangi hingga adik lahir. 2. Perkenalkan Konsep Kakak Beradik Si Kecil perlu diberi tahu tentang konsep kakak beradik. Ibu bisa memberitahukannya tentang cerita kakak beradik melalui dongeng. Ibu juga bisa membuka kembali album foto lama saat ia masih bayi, sehingga ia memiliki gambaran seperti apakah adik bayinya nanti. Jika ibu memiliki adik, ibu bisa menceritakan ke anak tentang masa kecil ibu dengan adik. 3. Libatkan dalam Persiapan Ibu dapat melibatkan Si Kecil dalam persiapan menyambut adik baru, termasuk saat membeli perlengkapan bayi. Mintalah pendapat Si Kecil tentang warna baju, celana, atau perlengkapan lain yang akan dibeli untuk adik baru. Ibu juga perlu melibatkannya saat mempersiapkan tempat tidur untuk sang adik. 4. Tetap Beri Si Kecil Perhatian Kecemburuan Si Kecil biasanya disebabkan oleh rasa takut kehilangan kasih sayang dari orangtua. Karena itu, tetap berikan perhatian yang ia butuhkan dan yakinkan dirinya untuk tidak merasa tersaingi dengan kehadiran adik baru. 5. Bekerjasama dengan Pasangan Untuk mempersiapkan Si Kecil menerima adik baru, ibu tidak bisa bekerja sendirian. Ibu perlu bekerjasama dengan pasangan untuk memberikan pengertian pada Si Kecil. Biarkan Si Kecil menghabiskan waktu dengan ayahnya, sehingga Si Kecil tidak rewel dan bisa bermain dengan ayahnya di saat ibu fokus mengurus adik baru. Ayah juga bisa merencanakan kegiatan seru bersama Si Kecil yang bisa dilakukan ketika nanti ibu sedang mengurus adik baru, seperti menggambar, mewarnai, menonton film, atau kegiatan seru lainnya. 6. Beri Si Kecil Pengertian Sambil menunggu kelahiran adik kecil, jangan lupa untuk memberi Si Kecil pengertian tentang sifat bayi. Misalkan, beri pengertian bahwa adik barunya akan sering menangis dan ibu akan sering menggendong adik. Meskipun tidak mudah, hal ini akan membantu Si Kecil siap menerima kehadiran adik baru. Nah, itulah beberapa cara yang bisa ibu lakukan agar anak bisa menerima adiknya yang baru lahir. Ibu bisa mengajarkannya sejak mengetahui hasil pemeriksaan kehamilan positif. Ingat, semakin dini ibu memberitahu perihal ini pada anak, ia akan semakin paham. Klik di sini untuk pemesanan Aqiqah Nurul Hayat : Source : halodoc