LGBT Dalam Perspektif Islam

Manusia diciptakan secara berpasang-pasangan, laki-laki dengan perempuan. Allah Swt. telah mendesain fitrah manusia ini sebagaimana yang telah dianugerahkan-Nya. Fitrah manusia yang memiliki sisi kemanusiaan dan beradab inilah yang sejatinya harus diwariskan kepada penerusnya, untuk mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi.
Laki-laki dan perempuan dianugerahi sifat dan wataknya sendiri untuk menjalankan kewajibannya. Laki-laki dengan ketangkasan dan wibawanya diharapkan menjadi pemimpin, mulai dari bagian terkecil yaitu keluarga, atau bahkan menjadi pemimpin negara. Dan perempuan yang memiliki sisi feminim, memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Sifat keibuan, kelembutan, dan empati yang dimiliki perempuan menjadikannya sebagai sosok yang mampu memberikan kasih sayang, perhatian, serta dukungan emosional bagi keluarga. Selain itu, perempuan juga berperan dalam mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai moral, dan membentuk generasi masa depan yang berakhlak mulia.
Meskipun peran laki-laki dan perempuan berbeda, keduanya saling melengkapi satu sama lain dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk bekerja sama, membangun kehidupan yang seimbang, serta menciptakan lingkungan yang harmonis. Dengan menghargai dan menjalankan peran masing-masing sesuai fitrahnya, laki-laki dan perempuan dapat mencapai tujuan hidup yang mulia dan menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur dalam masyarakat.
Setiap generasi lahir dari rahim seorang ibu yang dikandung dari benih seorang ayah. Hal ini merupakan fitrah yang bahkan kaum non muslim-pun mengakuinya. Lalu bagaimana kita akan membuahkan keturunan yang diharapkan menjadi generasi terbaik, jika menyimpang dari yang telah ditetapkan.
Baca juga: Adab Menegur Istri Dalam Islam : Mencegah Perilaku KDRT
Bagaimana Kita Berkiblat
Tentunya tindakan diskriminasi dan kekerasan tidak perlu kita perlakukan pada mereka. Orang-orang seperti Socarides telah memberi kontribusi penting dalam memahami masalah ini dari sudut pandang yang lebih empatik. Ustadz Adi Hidayat dalam kajian lewat channel youtubenya, memberi pandangannya dalam menangani kelainan ini, dengan memberi arahan terhadap orang-orang yang yang mengalami kondisi homoseksual, memberi terapi, memberi pencerahan agar mereka dapat kembalik ke fitrahnya.
Jika Anda mengidap kelainan ini dan ingin segera sembuh namun merasa sulit. Penting untuk memahami bahwa ada harapan dan jalan keluar. Langkah-langkah konkret seperti mengikuti terapi, berkonsultasi dengan ahli, serta terus berdoa dan berharap pada pertolongan-Nya, dapat membantu Anda menuju kesembuhan.
Dan bagi anda yang merasa LGBT adalah jalan kebahagiaan bagi anda. Coba renungkan kembali apa yang akan terjadi. Anda akan kehilangan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan sejati yang berasal dari membangun keluarga yang utuh dan harmonis. Anda mungkin merasa puas sesaat, namun dalam jangka panjang, ada dampak sosial dan psikologis yang mungkin Anda abaikan. Hubungan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia dapat menimbulkan perasaan hampa, karena tidak sesuai dengan kodrat alami manusia untuk berpasangan dengan lawan jenis dan melahirkan keturunan.

Selain itu, Anda juga mungkin menghadapi stigma sosial dan tantangan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda. Dalam lingkungan yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisional dan agama, pilihan Anda mungkin menjadi sumber konflik, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.
Pikirkan kembali masa depan yang akan Anda hadapi jika terus menempuh jalan ini. Mungkin saat ini Anda merasa bebas dan bahagia, tetapi kebahagiaan sejati adalah ketika Anda menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang telah teruji oleh waktu, yang membawa ketentraman batin, dan harmoni dalam masyarakat.
Untuk pemesanan Aqiqah praktis dan hemat bisa klik disini.
