fbpx

Aqiqah Nurul Hayat

Kenali Apa Itu Keguguran, dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Keguguran ?

Keguguran pada Kehamilan adalah hilangnya kehamilan sebelum minggu ke-20. ini merupakan hal yang umum dialami. Tetapi sulit untuk mengetahui dengan pasti seberapa sering hal itu terjadi, karena sering kali keguguran terjadi bahkan sebelum seorang ibu melewatkan menstruasi atau menyadari bahwa dia sedang hamil.

Keguguran menjadi salah satu hal yang paling ditakuti oleh  pasutri yang ingin mendapatkan momongan, terlebih lagi bagi seorang ibu yang sedang dalam masa kehamilan. Namun tidak perlu khawatir, kami dapat membantu menjawab masalah anda, dan mengarahkan anda untuk menerapkan pola hidup sehat.

Sebelumnya mari kita mengenal lebih dalam tentang keguguran.

Apa Penyebabnya?

Ada banyak mitos yang tersebar di masyarakat, seperti olahraga ringan, berhubungan intim, mengkonsumsi pil KB ,dan makanan pedas. Padahal secara medis itu semua tidaklah benar.

1. Kelainan Pada Kromosom

keguguran dini sering kali disebabkan oleh ketidakmampuan embrio untuk berkembang sepenuhnya. Salah satu penyebab utama adalah masalah terdapat pada kromosom, yang biasanya terjadi tanpa penyebab yang jelas.
Gangguan pada kromosom dapat menghambat perkembangan janin.

Normalnya, seorang bayi mewarisi 23 kromosom dari ibu dan 23 dari ayahnya. Namun, variasi bisa terjadi, entah karena jumlah kromosom yang berlebihan atau kurang, atau karena ada perubahan struktural pada kromosom. Ketika hal ini terjadi, kehamilan cenderung berakhir pada tahap embrio.

2. Kondisi Kesehatan Ibu

Kondisi kesehatan ibu dapat menjadi salah satu penyebab keguguran. Berikut kondisi-kondisi yang dapat berpengaruh:

  • Diabetes yang tidak terkendali
  • Infeksi seperti, rubella, sitomegalovirus (CMV), herpes, infeksi listeriosis, infeksi saluran reproduksi, infeksi parasit seperti toxoplasmosis, dan Infeksi jamur tertentu
  • Gangguan Hormonal seperti: Sindrom ovarium polikistik (PCOS), kekurangan dan kelebihan hormon tiroid
  • Gangguan pada leher rahim
  • Obesitas

3. Faktor yang Dapat Meningkatkan Resiko

  • Risiko keguguran meningkat seiring bertambahnya usia. Di atas usia 35 tahun, risiko keguguran cenderung lebih tinggi daripada pada usia yang lebih muda. Pada usia 35 tahun, risikonya sekitar 20%, meningkat menjadi sekitar 33% hingga 40% pada usia 40 tahun, dan berkisar antara 57% hingga 80% pada usia 45 tahun.
  • Jika pernah mengalami keguguran sebelumnya, risiko keguguran berikutnya bisa lebih tinggi.
  • Kondisi medis jangka panjang seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko keguguran.
  • Kelainan rahim atau kelemahan pada serviks, yang disebut serviks inkompeten, dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.
  • Merokok, mengonsumsi alkohol, kafein berlebihan, atau obat-obatan terlarang dapat meningkatkan risiko keguguran.
  • Berat Badan: Kondisi berat badan kurang atau berlebih juga dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.
  • Faktor Genetik: Terkadang, masalah genetik seperti translokasi kromosom dari salah satu pasangan dapat meningkatkan risiko keguguran. Translokasi terjadi ketika potongan kromosom yang berbeda menyatu, dan jika dibawa oleh salah satu pasangan, dapat meningkatkan risiko keguguran pada kehamilan.

Gejala Apa yang Akan Dialami ?

Seringkali keguguran terjadi pada trimester pertama fase kehamilan, yaitu sekitar 13 minggu pertama. Berikut gejala yang dapat bisa saja timbul:

  • pendarahan dari vagina serta kram yang mirip dengan saat menstruasi, disertai dengan nyeri perut atau nyeri pinggang.
  • Cairan atau jaringan keluar dari vagina.
  • Jantung berdetak lebih cepat.
  • Tanda-tanda kehamilan menjadi lebih sedikit
  • Terkadang gejala disertai demam dan penurunan berat badan
  • Lendir berwarna putih-merah muda

Adapun Keguguran yang terlambat terjadi, yang juga dikenal sebagai late miscarriage, dapat terjadi pada rentang usia kehamilan 12–24 minggu. Salah satu indikator dari keguguran terlambat adalah penurunan aktivitas janin.

Agar lebih aman dan tidak ada rasa cemas, segeralah hubungi dokter spesialis kebidanan dan kendungan untuk konsultasi lebih lanjut.

Apa yang Terjadi Saat Keguguran

Jika anda mengalami keguguran, dokter akan melakukan serangkaian tindakan untuk memberikan perawatan yang sesuai. Berikut adalah langkah-langkah yang mungkin dilakukan oleh dokter dalam mengelola keguguran:

1. Konsultasi dan Evaluasi

Dokter akan melakukan konsultasi dengan pasien untuk memahami riwayat kesehatan dan gejala yang dialami. Evaluasi yang cermat akan dilakukan untuk memastikan diagnosis sebelum menentukan langkah-langkah selanjutnya.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi umum pasien dan mengidentifikasi tanda-tanda keguguran.

3. Pemeriksaan Tambahan

Dokter mungkin meresepkan tes tambahan seperti USG untuk memverifikasi kehamilan dan mengevaluasi kondisi janin serta rahim.

4. Opsi Pengelolaan

Jika keguguran sudah terjadi, dokter akan memberikan opsi pengelolaan yang sesuai dengan kondisi pasien. Ini bisa mencakup penggunaan obat-obatan untuk membantu mempercepat proses keguguran atau prosedur seperti kuretase untuk membersihkan rahim dari jaringan yang mungkin tertinggal.

Jika dibiarkan, jaringan plasenta yang tertinggal akan berkembang menjadi infeksi di rahim (keguguran septik) yang ditandai demam, meriang, nyeri perut bagian bawah, keputihan berbau busuk.

Jaringan plasenta yang masih tertinggal di dalam rahim pun dapat menyebabkan perdarahan sehingga ibu mengalami anemia dan syok.

5. Dukungan Emosional

Selain perawatan medis, dokter juga akan memberikan dukungan emosional kepada pasien dan pasangan untuk membantu mereka mengatasi kesedihan dan kekhawatiran yang mungkin timbul.

6. Tindak Lanjut

Dokter akan menjadwalkan tindak lanjut untuk memastikan pemulihan yang optimal dan memberikan saran tentang perawatan lanjutan yang mungkin diperlukan.

Selama seluruh proses ini, dokter akan berusaha memberikan perawatan yang komprehensif dan mendukung untuk membantu pasien melewati pengalaman keguguran dengan sebaik mungkin.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Keguguran

Jika anda memang sudah dipastikan mengalami keguguran, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan kondisi tubuh anda menjadi optimal, antara lain:

1. Istirahat

Istirahat adalah hal penting yang harus dilakukan agar kondisi tubuh anda menjadi optimal. Pada umumnya, dokter akan meminta pasien untuk istirahat. Umumnya, dokter akan merekomendasikan pasien untuk istirahat di rumah selama enam hingga delapan minggu. Namun, pastikanlah durasi istirahat saat konsultasi dengan dokter untuk mengetahui secara pasti waktu Anda dapat beraktivitas secara normal lagi.

2. Obat Pereda Nyeri

Biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri sesuai dosis yang sudah ditentukan untuk menghilangkan nyeri.

3. Hindarilah Hubungan Seksual

Hindari terlebih dahulu untuk melakukan hubungan seksual. Tunggu hingga pendarahan berhenti, dan biarkan tubuh anda kembali ke kondisi bugar dan optimal.

4. Pemeriksaan Kesehatan

Untuk memastikan kondisi anda, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan fisik yang meliputi: Tes darah, pemeriksaan panggul, USG, dan tes kromosom

5. Mengkonsumsi Obat

Biasanya dokter akan memberikan kombinasi obat mifepristone dan misoprostol. Obat ini berguna untuk membantu rahim mengeluarkan sisa jaringan kehamilan. Perlu dicatat, bahwa obat yang dikonsumsi harus sesuai dengan dosis dokter.

6. Operasi

Tindakan operasi hanya dilakukan jika pasien mengalami perdarahan parah atau menunjukkan tanda infeksi. Tujuannya adalah mengangkat sisa jaringan kehamilan pasca keguguran.

Bagaimana Mencegahnya?

Keguguran adalah situasi yang tidak diharapkan oleh sebagian besar calon ibu yang sedang menunggu kelahiran anak mereka. Secara umum, keguguran tidak dapat dihindari karena biasanya disebabkan oleh kelainan kromosom atau masalah dalam perkembangan janin.

Namun, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat selama kehamilan. Perawatan prenatal yang baik dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan.

Ibu dapat mengurangi risiko keguguran dengan mengikuti langkah-langkah seperti:

  • Menghindari faktor yang dapat meningkatkan resiko, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Mengonsumsi multivitamin setiap hari.
  • Memperhatikan asupan kafein dengan membatasinya.
  • Memilih makanan sehat yang mengandung banyak asam folat dan kalsium.
  • Melakukan olahraga secara teratur sesuai dengan saran dokter.
  • Menjaga berat badan agar tetap terkontrol.
  • Menghindari aktivitas yang berisiko membuat perut terbentur.
  • Mengetahui riwayat medis dan genetik keluarga.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dan membahas segala masalah yang mungkin muncul dengan dokter.

Dengan pola hidup sehat, kemungkinan buruk yang akan terjadi bisa diantisipasi. Jangan lupa untuk selalu menjaga komunikasi yang baik sesama pasangan, perbanyak literasi mengenai edukasi kesehatan, dan jangan termakan mitos ataupun pendapat yang belum tentu benar. Dan ketika anda mengalami keluhan pada kondisi tubuh anda, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

 

Sumber:

mitrakeluarga.com
mayoclinic.org
babycentre.co.uk
webmd.com

 

Untuk pemesanan Aqiqah praktis dan hemat bisa klik disini.

Peran Komunitas dalam Aqiqah