Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sering mendengar anak-anak berbicara dengan bahasa yang kurang sopan. Entah itu meniru teman, tontonan, atau bahkan tanpa sadar mengikuti orang di sekitar mereka. Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak tumbuh dengan kebiasaan berkata baik dan sopan sesuai ajaran Islam. Lalu, bagaimana cara mencegah anak berkata kotor dengan pendekatan Islami yang santai tapi efektif?
Mengapa Menjaga Lisan Itu Penting?
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra: 53)
Dari ayat ini, kita bisa melihat bahwa kata-kata yang diucapkan memiliki dampak besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam keluarga, kebiasaan berkata baik akan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, sedangkan kata-kata kasar bisa menimbulkan pertengkaran dan perasaan tidak nyaman.
Kenapa Anak Bisa Berkata Kotor?
- Meniru Lingkungan Sekitar Anak-anak adalah peniru ulung. Jika mereka sering mendengar kata-kata kasar dari teman, keluarga, atau media, mereka cenderung menirunya.
- Kurangnya Bimbingan Orang Tua Kadang, orang tua sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas lain sehingga tidak menyadari perubahan dalam cara berbicara anak.
- Pengaruh Media dan Teknologi Televisi, YouTube, game, dan media sosial bisa menjadi sumber kata-kata kurang pantas jika tidak diawasi dengan baik.
- Ekspresi Frustasi atau Emosi Anak-anak yang belum tahu cara mengungkapkan perasaan mereka dengan baik bisa melampiaskannya dengan berkata kasar.
Cara Efektif Mencegah Anak Berkata Kotor
- Jadilah Contoh yang Baik Kalau ingin anak tidak berkata kasar, maka orang tua harus lebih dulu menjaga ucapan mereka. Anak-anak belajar lebih banyak dari contoh dibandingkan sekadar nasihat.
- Ajarkan Anak untuk Berbicara dengan Santun Biasakan anak untuk mengucapkan kata-kata positif seperti “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” dalam kehidupan sehari-hari.
- Berikan Pemahaman tentang Bahaya Berkata Kasar Bukan hanya melarang, tetapi berikan alasan mengapa berkata kotor itu tidak baik. Jelaskan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.
- Batasi Akses ke Konten yang Tidak Mendidik Pastikan anak menonton tayangan yang sesuai dengan usianya dan hindari program atau game yang mengandung kata-kata kasar.
- Gunakan Pendekatan Positif Saat Menegur Jika anak sudah terlanjur berkata kasar, jangan langsung memarahinya. Tanyakan dengan lembut dari mana ia belajar kata itu dan bantu mereka memahami bahwa itu bukan kebiasaan yang baik.
- Libatkan Nilai-Nilai Islami dalam Kehidupan Sehari-hari Ajarkan anak tentang pentingnya menjaga lisan melalui kisah-kisah Nabi dan hadis Rasulullah. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah memahami bahwa berkata baik adalah bagian dari ibadah.
- Ciptakan Lingkungan yang Positif Anak-anak berkembang dengan baik dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan komunikasi yang baik. Pastikan mereka dikelilingi oleh teman dan keluarga yang membiasakan kata-kata baik.
Kesimpulan
Membiasakan anak berkata baik dan menghindari kata-kata kasar memang membutuhkan usaha ekstra, tapi dengan pendekatan Islami yang santai dan penuh kasih sayang, insyaAllah akan lebih mudah. Sebagai orang tua, kita punya peran besar dalam membentuk karakter mereka, termasuk dalam cara berbicara. Mari mulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga agar anak-anak tumbuh dengan kebiasaan berucap yang baik dan sopan.
Semoga kita bisa menjadi teladan terbaik bagi anak-anak kita. Aamiin!